Sebelumnya kita bahas dulu mengenai epilepsi. Apa ya epilepsi itu? Kalo dalam bahasa awamnya apa sis? Hehe.
Epilepsi dalam bahasa awamnya lebih sering kita kenal dengan istilah ayan. Epilepsi ini sendiri merupakan suatu keadaan yang ditandai oleh bangkitan (seizure) berulang sebagai akibat dari adanya gangguan fungsi otak secara intermitten yang disebabkan oleh lepasnya muatan listrik abnormal dan berlebihan di neuron-neuron secara paroksismal dan disebabkan oleh berbagai etiologi. Jadi singkatnya ‘ayan’ ini merupakan bangkitan kejang yang terjadi secara paroksismal yaitu tiba-tiba datang dan tiba tiba hilang.
Setelah kita tahu mengenai epilepsi baru kita lanjut ke bagian ‘apa sih status epileptikus itu?’ ‘Kok bisa jadi termasuk kegawatdaruratan di bidang neurologi atau saraf sih?’
Status epileptikus merupakan suatu keadaan adanya bangkitan kejang selama 5 menit atau lebih dengan aktivitas kejang klinis dan/atau elektrografik berkelanjutan atau aktivitas kejang berulang tanpa pemulihan di antara kejang. Nahh jadi pada pasien yang mengalami kejang yang lebih dari 5 menit, atau ada pasien yang kejang terus belum sempat sadar dan lanjut kejang lagi maka bisa langsung dibawa ke unit gawat darurat terdekat, karena bisa jadi itu status epileptikus yang disebutkan tadi! Hal ini menjadi kegawatdaruratan sebab bila kejang tidak dihentikan maka dikhawatirkan akan terjadi kerusakan lebih lanjut pada otak penderita.
Pembagian klasifikasi internasional berdasarkan International League Against Epilepsy (ILAE) membagi kejang menjadi 2 golongan utama : serangan parsial (partial onset seizures) dan serangan umum (generalized-onset seizures). Serangan parsial dimulai pada satu areafokal di korteks serebri, sedangkan serangan umum dimulai secara simultan di kedua hemisfer.
Gimana kita bisa tahu kalo seseorang ini sedang kejang?
Kejang sendiri bentuknya bermacam-macam, oleh karena itu kita perlu tahu terlebih dahulu untuk menentukan apakah seseorang ini sedang kejang atau tidak. Terus bentuk kejang itu apa aja dong?
Bentuk kejang yang terjadi pada seseorang bisa beragam yaitu mulai dari:
- Bengong atau yang dikenal dengan kejang absans. Pada kejang ini penderita akan tampak seperti bengong ketika penderita sedang melakukan aktivitas misalnya sedang makan kemudian bengong, misal sedang berjalan kemudian bengong.
- Kejang seperti yang kita tahu, yaitu tangan dan kaki kaku kemudian bergerak yang berulang, yang biasanya kita sebut dengan kelojotan terjadi pada kejang tonik klonik, yang terkadang disertai dengan mulut berbusa, mata menjadi putih semua bahkan hingga mengompol.
- Kejang yang hanya membuat badan menjadi kaku saja, yang biasa kita kenal dengan kejang tonik.
- Kejang yang hanya terjadi pada beberapa bagian tubuh saja, misal hanya tangan saja, hanya kaki saja, dan hanya sebelah bagian tubuh saja, yang kita kenal dengan kejang klonik.
- Terjatuh, kejang tipe ini biasanya disebut kejang tipe atonik yaitu pada kejang tipe ini penderita akan mendadak kehilangan tenaga dari otot-otot tubuh yang mempertahankan sikapnya.
Itu beberapa bentuk kejang yang bisa pembaca ketahui dan bisa diamati pada seseorang ya. Jadi sudah tidak bingung lagi untuk mencurigai apakah seseorang ini sedang ada serangan kejang atau tidak.
Terus bila kita sudah bisa mencurigai kira-kira orang disekitar kita mengalami kejang atau tidak maka apa yang bisa kita lakukan?
Hal yang bisa kita lakukan pertama kali yaitu menstabilkan posisi penderita meliputi usaha usaha mempertahankan dan memperbaiki fungsi vital yang mungkin dapat terganggu, misalnya jalan napas yang tersumbat maka anda dapat memeriksa apakah ada sumbatan pada hidung dan mulut penderita yang dapat menyebabkan sistem pernapasan penderita terganggu. Kemudian setelah menstabilkan keadaan penderita maka langsung bawa penderita ke unit gawat darurat terdekat agar dapat diberikan pengobatan yang lebih lanjut.
Sekian dulu ya penjelasan mengenai status epileptikus, bila ada pertanyaan boleh balas di kolom komentar dan mari kita bahas bersama! Semoga informasinya bermanfaat.
Referensi:
1. Wylie T, Sandhu DS, Murr N. Status Epileptikus. [Diperbarui 2021 Agustus 1]. Di: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): Penerbitan StatPearls; 2022 Jan-.
2. Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia: panduan praktek Klinis neurologi. Perdossi: 2016.
3. Hall, John E.. (2016). Guyton and Hall: Textbook of Medical Physiology (13th ed.). Philadelpia,PA: Elsevier.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar